Sejarah

Coming Soon - Rumah Peradaban 4 - Wide3

Awalnya adalah tahun 2008 silam. Beberapa mahasiswa dan alumni dari UI dan perguruan tinggi lain berkumpul di sebuah rumah di Komplek Timah, Depok untuk mengaji. Ya, mengaji, belajar agama bersama-sama dengan semangat untuk menjadi pribadi-pribadi muslim yang lebih baik. Dari kesederhanaan dan keterbatasan pengetahun, namun dibingkai dengan ukhuwah dan semangat juang yang tinggi, aktivitas tersebut terus bertahan, bahkan berkembang hingga saat ini. Alhamdulillah kami terus bertumbuh. Anggota keluarga baru terus datang untuk memperkuat barisan. Sekarang tak kurang dari 100 pemuda yang menamakan diri mereka Shafa Community terus berjumpa, belajar, merajut ukhuwah, berbagi ilmu dan pengalaman, serta memompa semangat dengan mimpi mewujudkan Indonesia baru dan dunia yang lebih baik di bawah naungan ridha Allah SWT. Yang sebelumnya mahasiswa menjadi alumni, yang bekerja terus tekun meniti karir, yang berbisnis pun tetap tegar membesarkan bisnisnya, dan yang akademisi pun terus gigih belajar dan mengajarkan ilmunya. Kami semua punya medan perjuangan pribadi, tapi semuanya insya Allah diikat oleh semangat amal jama’i yang tak pernah surut.

Kami percaya perubahan adalah keniscayaan. Akan tetapi, kita yang memilih, apakah berperan sebagai inisiator, penggerak, dan pelaku perubahan yang menentukan arah perubahan dan hitam-putihnya warna sejarah, atau sekadar “penumpang” pasif yang menerima nasibnya ditentukan oleh gelombang perubahan, atau bahkan terlindas oleh roda sejarah.

Kita ini bangsa besar, kita bahkan adalah bangsa muslim terbesar di dunia. Sejatinya, Islam harus menjadi rahmat bagi seluruh alam. Untuk itu, umatnya, kita ini, harus menjadi guru peradaban. Di mana lagi harapan kebangkitan kembali marwah agama dan umat ini akan diletakkan kalau bukan di pundak para pemudanya. Akan tetapi bukan sembarang pemuda. Dibutuhkan pemuda-pemuda yang tangguh, cerdas, dan profesional, sehingga siap menanggung beban persoalan umat secara bersama-sama, kemudian berjihad untuk menghadirkan solusi.

Terlalu naif jika hadirnya pemuda-pemuda dambaan itu diserahkan begitu saja pada kehendak sejarah. Harus ada yang bertindak nyata untuk itu. Dan tidak bisa satu, dua, atau hanya beberapa pihak. Sebanyak mungkin elemen yang tercerahkan dari umat ini harus ikut memberikan andil. Dalam konteks inilah Shafa Community menggagas Program Beasiswa Pemimpin Peradaban dalam wadah Rumah Peradaban Shafa (RPS).

RPS akan memulai perjalanan panjang ini dengan mengajak 10 Mahasiswa terbaik angkatan 2014-2015 dari Universitas Indonesia untuk bergabung dalam program pembinaan selama 2 tahun. Bukan dalam sebuah asrama yang kaku dan berjarak, namun dalam sebuah rumah, sebuah keluarga, yang hangat dan menginspirasi, yang memfasilitasi peningkatan kapasitas mereka sebagai Muslim Substantif, Pemuda Prestatif dan Penggerak Perubahan. Agar kemudian mereka tumbuh menjadi para guru peradaban yang dirindukan.